
Komunikasi benar-benar mendefinisikan peran anda sebagai orang tua. Anak-anak adalah spons. Mereka belajar dari kehidupan mereka. Orangtua mengajari anak-anak, baik sadar atau tidak-dan apakah orangtua yakin mereka mendengar atau tidak. Mereka menyerap setiap kata yang keluar dari mulut anda. Mereka meniru bahasa tubuh anda, mereka mengemulsi tingkah laku anda.
Tugas orangtua bukanlah membuat anak terikat pada orangtua selamanya.Ketika orangtua membawa anak-anak mereka ke sekolah, itu berarti melepaskan anak-anak mereka. Anak-anak akan punya guru, teman sekelas, dan pengalaman baru setiap hari di luar kendali orangtua. Mereka menangkap segala macam hal. Mereka juga akan belajar banyak hal yang anda harapkan mereka tidak pernah pelajari dari anak-anak lain. Tapi pada akhirnya anak adalah bukan milik anda. Anda dirahmati oleh tibanya mereka dan diberi tugas merawat mereka, tetapi peran anda yang sesungguhnya adalah mempersiapkan mereka menghadapi dunia luar. Cara terbaik memepersiapkan mereka adalah mengajari mereka bagaimana caranya berkomunikasi. Aturan dasar dalam berkomunikasi yang patut diperhatikan orangtua :
1. Konsisten
Bersikap konsisten adalah dasar komunikasi yang baik karena hal ini membuat anak merasa aman. Memberi anak batasan yang jelas, membuat mereka tahu kalau mereka dapat bergantung pada orangtuanya. Kalau orangtua tidak siap bersikap konsisten, anak-anak tidak akan mau mendengarkan atau percaya pada orangtua.
2. Katakan yang ingin anda katakan dan patuhi.
Anak-anak harus paham kalau orangtuanya dapat dipercaya. Mengatakan sesuatu hal yang kemudian tidak anda lakukan dapat memberikan pelajaran buat anak bahwa orang tuanya hanya main-main dan tidak benar-benar serius. Orangtua harus punya aturan yang mengatakan kalau tindakan memiliki konsekwensi.
3. Orangtua bertanggung jawab mengajari anak-anak mereka cara berkomunikasi.
Orangtualah yang bertanggung-jawab menegakkan rasa aman di rumah-baik fisik maupun emosi. Sebuah rumah yang aman secara emosi adalah ketika anak dan orangtua bisa berbicara dengan bebas tentang apa saja; rumah tempat anak merasa nyaman menceritakan rasa takut dan kekhawatiran terdalamnya tanpa takut dihakimi atau dikritik; dan rumah tempat cinta, kebanggaan, dan dorongan ditegaskan dengan jelas serta teratur. Orangtua yang tidak saling bicara satu sama lain tidak akan mampu berbicara dengan baik kepada anak-anak mereka. Banyak orang yang kesulitan tentang perasaan. Orangtua yang pemarah menyebabkan anak-anak terlalu takut dan enggan berbicara pada anda, orang tuanya.
4. Jangan beri label pada anak-anak anda.
Pandangi kepribadian anak, bersikap konsisten, biarkan akan menemukan kebebasan untuk menemukan jati dirinya sendiri. Karenanya hilangkan cap yang anda tempelkan pada anak.
TEKNIK DASAR BERBICARA PADA ANAK
Ketika anak merasa aman, mereka bisa berbicara dengan bebas dan jujur. Ikuti langkah-langkah berikut dan anda akan mendapati anak anda langsung menanggapi anda dan gunakan teknik ini untuk menenangkan anak yang sedang kesal :
1. Turunkan tubuh anda setinggi anak, duduk atau berlutut.
2. Tatap matanya. Ini penting sekali. Jika perlu palingkan kepala anak dengan tangan anda-dengan lembut-supaya dia menatap langsung kepada anda.
3. jika si anak sangat marah, usap punggung atau perutnya. Usapan pengakuan. Anda tidak perlu memeluk atau menarik anak ke dekat anda ketika anda sedang berbicara kecuali anak benar-benar histeris dan perlu ditenangkan (jika hal itu terjadi biarkan si anak tenang sebelum memulai percakapan apa pun. Suruh mereka menarik napas dan bantu mereka melakukan itu).
4. Ubah nada suara anda. Berkatalah dengan suara yang tegas tetapi tetap lembut. Suara serius adalah suara yang tidak tinggi.
5. Beri kata-kata kepada anak untuk membantu mengalirnya pecakapan. Kepada anak yang sedang marah anda bisa mengatakan : kamu marah karena apa?
6. Ulangi apa yang dikatakan oleh anak. Hal ini menunjukkan kepada mereka kalau anda benar-benar mendengarkan. Hal ini juga memberi anda waktu untuk mengatur ulang pikiran anda.
7. Jangan menyela. Biarkan anak mengatakan apa yang ada di benaknya. Katakan kalau anda mengerti. Kemudian ketika giliran anda tiba, mereka akan berhenti berbicara dan mendengarkan anda.
8. Tetap tenang. Betapapun bergejolaknya hati anda.
ANJURAN UNTUK KOMUNIKASI
Beberapa cara yang dapat memperbaiki kemampuan komunikasi anda.
1. Katakan : ayah/ibu syang kamu, setiap hari.
Anak-anak butuh dorongan, mereka butuh pelukan dan cium setiap hari. Mereka perlu merasa bahwa dirinya sosok penting bagi anda, meskipun tidak perlu dipuji berlebihan karena hal-hal sederhana yang sudah seharusnya dilakukan setiap hari atau terlalu dimanja karena lebih mudah bagi orangtua mengikuti mau mereka daripada menghentikan mereka. Anda juga bisa menyelipkan catatan kecil ke dalam kotak makan atau tasnya. Pengakuan kecil dapat sngat membantu aktifitasnya sehari-hari.
2. Buktikan kalau anda mendengarkannya.
Sangat mudah menunjukkan kepada anak anda kalau anda mendengarkan dengan mengatakan : ayah/ibu mengerti/mendengarkan atau dengan mengulangi apa yang mereka katakan.
3. Ajari anak untuk bernapas.
Ketika anak sedang kesal, dan kita katakan kepadanya untuk bernapas, dia akan melakukan itu. Menarik napas akan mengalihkan perhatian mereka dengan cepat dan akan membantu menenangkan tangis mereka.
4. berikan kata-kata yang dapat digunakan anak.
Merengek biasanya diawali ketika anak-anak masih dalam kondisi belum bisa bicara (preverbal). Merengek seringkali berlanjut karena lebih mudah bagi anak untuk merengek daripada berbicara. Anak harus diajari bahwa hanya kata-kata bentuk komunikasi yang efektif. Seperti ketika anda mengajari bayi dan balita anda berbicara, anda perlu memberi kata-kata kepada anak yang dapat dia gunakan untuk mengekspresikan perasaannya.
5. Benar-benar dengarkan anak anda.
Tidak ada anak yang mau berbicara dengan orang yang tidak mendengarkan perkataan mereka. Orang dewasa pun tidak suka berbicara dengan orang yang tidak mendengarkannya.
6. Hormati perasaan anak anda.
Hormati perasaan anak anda. Anda setuju atau tidak dengan anak, itu masalah lain. Perasaan itu bukan milik anda, perasaan itu milik anak anda dan perasaan seorang anak patut mendapat validasi. Jangan perintah anak untuk tidak merasakan sesuatu.
7. Belajar mengendalikan frustasi anda.
Rasa frustasi selalu ada ketika mengasuh anak. Tidak ada manusia yang sempurna dan kita semua pasti pernah merasa frustasi. Frustasi biasanya menyebabkan semuanya menjadi bising, berantakan, berteriak sejadi-jadinya.
8. Ubah ekspektasi anda.
Dalam hal komunikasi, ekspektasi anda harus diubah sesuai dengan tingkah laku yang sepadan umur dengan umur anak. Berteriak kepada anak balita ketika menumpahkan jus yang dia akan minum adalah hal kontra produktif. Jangan marah dan mengatakan : "Tuh...kan kamu tumpahkan jus lagi". Tapi katakan : "wah, tidak apa-apa koq, ayo kita bersihkan". Bereskan kekacauan yang terjadi, kemudian katakan : "Ibu/ayah akan menunggu kamu diam dulu baru memberi kamu jus lagi". Lalu ketika si balita duduk katakan : "Ingat apa yang terjadi terakhir kali kau tidak bisa diam di dekat jus kamu? Tumpah kemana-mana. Jadi kali ini ayo kita ingat dimana kamu tadi taruh gelasmu supaya jusnya tidak tumpah lagi". Ini adalah teknik AMMO:
Acknowledge dan Move it (akui dan lupakan).
9. Gunakan Humor : buat mereka tertawa.
Satu cara untuk mencairkan suasana tegang saat anak-anak merasa tidak nyaman adalah dengan menggunakan humor.
10. Tetap sederhana.
Jika anda tetap menyederhanakan ucapan anda, hasilnya tentu akan sederhana juga. Jangan buat percakapan menjadi rumit kalau tidak perlu.
11. Izinkan anak anda marah
Ketika mendengar tangisan anak-anak seringkali orantua panik dan frustasi, padahal menangis tidak akan membunuh mereka. Bahkan para orangtua beranggapan bayi dan anak-anak tidak seharusnya menangis sama sekali, mereka akan melakukan apapun untuk menghentikan tangisan itu. Padahal anak-anak yang tangisannya dihentikan tidak akan bertingkah laku lebih baik daripada anak-anak yang dibiarkan menangis. Anak-anak harus belajar bagaimana mengatasi perasaan dan rasa frustasi mereka-namun hal itu tidak mungkin dilakukan kalau orangtua mereka tidak membiarkan mereka menangis dan menangani perasaan mereka.
LARANGAN DALAM KOMUNIKASI
1. Jangan buat janji yang tidak bisa anda tepati.
Orangtua cenderung menggunakan kata janji seperti mereka menggunakan kata tidak. Tidak akan berhasil.
2. Jangan dikira bohong demi kebenaran akan selalu manjur.
Anak-anak punya radar kebohongan yang sangat sensitif. Mereka dapat dengan mudah menebak kalau ibu/ayah tidak berkata sejujurnya.
3. Jangan buat anak bicara kalau dia masih marah.
Anak-anak seringkali butuh menenangkan diri dan mengumpulkan pikiran mereka sebelum mereka bisa berbicara rasional, begitu juga orang dewasa.
4. Jangan terlalu sering berkata : jangan!
Hanya gunakan kata jangan untuk situasi ekstrim, seperti dalam keadaan yang mebahayakan fisik (misal anak berusaha memegang panci berisi air panas), karenanya hal itu akan menjadi bagian kosakata anda yang lebih bermanfaat.
5. Jangan katakan : Coba dengar dulu!
Anak-anak tetap mendengarkan anda.Kalau anda ingin mengatakan sesuatu anda harus paham bagaimana melakukannya. Jangan limpahkan tanggung jawab untuk mendengar pada seorang anak kalau anda sendiri belum menguasai seni berkomunikasi.
6. Jangan berteriak.
Tidak ada satu orangpun yang akan melalui masa pengasuhan anak tanpa pernah marah-marah. Tapi bukan berarti hal itu boleh dilakukan. Berteriak adalah bentuk komunikasi yang paling tidak berguna antara orangtua dan anak. Hasil dari sebuah teriakan hanyalah meningkatnya level adrenalin, membuat orang lain kesal dan situasi semakin memburuk.
7. Jangan cerewet.
Cerewet itu seperti bentakan, kebisingan mental. Cerewet tidak pernah bermanfaat dan cerewet tidak akan menyebabkan timbulnya rasa hormat, padahal rasa hormat adalah jalan dua arah.
8. Jangan remehkan anak-anak.
Meremehkan membuat anak menutup diri. Meremehkan benar-benar harus dihentikan kalau anda ingin anak anda percaya kepada anda. Tidak ada anak yang bisa percaya pada orangtua yang senantiasa mengabaikan perasaannya.
9. Jangan perbandingkan anak-anak.
Memperbandingkan adalah cara manjur untuk mengasingkan, menyakiti, dan meremehkan anak anda.
10. Jangan memasukkan ide ke kapala mereka.
Menyebut kata monster pada anak yang sedang ketakutan sama saja mengatakan kepada mereka kalau ada hantu di dalam lemari dan ada buaya di bawah tempat tidur mereka. Namun cobalah membuat anak anda memulai percakapan, jika mereka ketakutan biarkan mereka yang memulai pembicaraan tentang hal-hal yang menyeramkan, dengan begitu anda dapat menanggapinya.
11. Jangan mendisiplinkan anak ketika anda kesal.
Komunikasi hampir tidak mungkin dilakukan ketika anda dongkol karena anda lebih mungkin mengamuk dan mengatakan hal-hal yang tidak anda niatkan dalam kondisi seperti itu, terutama kalau anda sedang frustasi.